babies

February 12, 2007

[Foto] American Risoles n Bolkus Kara

Filed under: Recipe

Hello, at this time, Amris with ragout filling. Enjoy it! 

Bolkus Kara, for the firts time i tried, it was unsuccessful, but the second tried, it was succes. I saw the purple and white, mildness everywhere. d u can see it??

****

-mahadewi

February 2, 2007

Mensiasati cake bantat!

Filed under: Recipe

Cake Bantat ? Jangan dibuang ya… mubazir…
Ada beberapa cara untuk memberdayakan cake bantat :
  1. Hancurkan cake bantat, campur susu kental manis hingga bisa dipulung jadi bola2. Cairkan DCC / WCC / MCC pokoknya coklat2an, celum bola cake bantat tadi, bisa polos aja, bisa digulingkan ke meises atau springkle.
  2. Iris tipis cake, panggang dalam oven hingga kering spt biskuit, jadi deh biscotti… hehehehhe…. ruri dulu suka bikin biscotti dari brownies… sedangkan brownies itu emang judulnya cake bantat kan… heheheheh….

source : milist ncc

-mahadewi 

January 29, 2007

[Foto]BlueBerry Cheese Cake

Filed under: Recipe

Ceritanya menyelesaikan PR, akhirnya weekend kemarin bisa ngerjain nih BBC. :)

Cake polos, lapisanya terdiri dari lapisan Oreo, cheese, Buttercream.

Sudah dihias selai Bluebrry, jelek banget, beberapa kesalahan yang telah dilakukan :

  1. Selai nya aku kasih air sebelum dioles, seharusnya jangan, karena akan mengurangi kepekatan, akibatnya, apricot nggak mau nempel, pas di pasan di atas cake (pinggir), buahnya pada mlorot kebawah, merusak tatanan selai yang udah rapi, dan kelihatan dech putih2 butter cream nya. :(
  2. Pas oles buttercream, diatas cake, bagian tengah cake sebaiknya lebih tipis dari pada bagian pinggir cake, untuk membantu menempatkan hiasan. Sehingga kejadian nomor 1 bisa diantisipasi. :)

Lihat dech , struktur nya, passss banget, :)

Overall, puas dengan cake nya tapi tidak dengan dekorasinya. :)

-mahadewi
Nyoba lagi yukkk :)

January 18, 2007

Tentang Cake

Filed under: Recipe

Perbedaan antara Chiffon Cake, Pound Cake, dan Sponge Cake?

  • Chiffon cake adalah cake yang dibuat dengan mencampurkan kuning telur, minyak, tepung terigu, serta baking powder. Sedangkan putih telur dan gula dikocok tersendiri sampai mengembang baru dicampurkan.
  • Pound cake adalah cake yang jumlah telur, gula dan terigunya sama yaitu masing-masing 1 pound
     (+ 250 gr).
  • Sponge cake ialah cake yang di buat dengan mengocok telur dan gula sampai mengembang, baru
    tepung terigu dimasukkan dan terakhir margarine / mentega.

 Jenis tepung terigu yang cocok untuk membuat cake ?

Jenis tepung terigu yang cocok adalah tepung terigu protein rendah. Orang sering mencampur tepung terigu protein medium dengan tepung maizena dengan tujuan untuk mendapatkan tepung terigu protein rendah. Jika kita menggunakan tepung terigu protein tinggi untuk membuat cake maka hasilnya akan padat dan kasar.

Telur Ayam Negeri/Kampung dan Cake Emulsifier

Gunakan telur ayam negeri yang masih baru yaitu umur maksimum 3 hari setelah ayam bertelur. Telur yang sudah berumur antara 3 – 7 hari kepekatannya berkurang dan encer, sehingga perlu penambahan cake emulsifier yang lebih banyak. Jangan menggunakan telur yang baru keluar dari lemari es karena akan susah untuk menangkap udara sewaktu telur di kocok.

Masalah yang sering timbul dalam membuat cake ?

 

  • Permukaan cake yang tebal dapat menjadi cekung karena jumlah tepung terigu dalam adonan kurang * Permukaan cake dapat tampak seperti gunung karena pemakaian tepung terigu dalam adonan terlalu banyak.
  • Permukaan cake dapat menjadi tebal karena pemakaian gula dan tepung terigu yang terlalu banyak serta oven kurang panas.
  • Permukaan cake dapat pecah karena pemakaian tepung terigu dan gula terlalu banyak atau
    pemakaian jenis tepung terigu yang tidak sesuai (proteinnya terlalu tinggi). Penyebab lain adalah
    diameter cetakan yang digunakan terlalu kecil atau panas oven kurang.
  • Susunan dalam cake bisa berlubang kasar karena terlalu banyak putih telur atau terlalu sedikit
    margarine.
  • Terjadi gumpalan-gumpalan padat dalam cake,karena jumlah margarine-nya terlalu banyak, atau
    karena pengadukan adonan terlalu lama sehingga terbentuk gluten. 
  • Bagian tengah cake bisa kurang matang,karena suhu oven terlalu panas
  • Cake mudah keras dan kering,karena penggunaan gula, margarine, dan telur yang kurang. Terlalu
    banyak baking powder dan kuranganya cairan juga bisa menyebabkan cake mudah keras dan kering.
  • Adonan cake bisa terlalu encer,karena cake emulsifier atau jumlah tepung yang kurang, serta terlalu banyak putih telur.

Tips Membuat Cake

  • Jangan meletakan loyang terlalu dekat dengan sumber api pada bagian bawahnya (atau suhu oven terlalu panas) karena permukaan cake bagian atas masih tetap basah walaupun bagian bawahnya sudah hangus.
  • Jika cetakan terlalu tinggi sehingga bagian atas loyang dengan dinding atas oven terlalu dekat atau jika suhu oven terlalu panas maka hasil cake juga tidak akan sempurna karena bagian atas cake sudah hangus sementara bagian tengahnya masih belum matang.
  • Dasar loyang sebaiknya dilapisi dengan kertas roti dan jangan dipoles dengan margarine, serta ditaburi tepung karena akan membuat bagian bawah cake menjadi tebal dan terkelupas.
  • Memanggang cake yang tipis membutuhkan suhu oven yang lebih tinggi (± 200°C), sedangkan untuk memanggang cake yang tebal suhu oven harus lebih rendah (± 180°C).
  • Bungkus cake dengan aluminium foil dan masukkan ke dalam freezer, maka cake akan tahan lebih dari 5 minggu. 
  • Oven sudah harus dalam keadaan panas sebelum cake dibakar. Air kukusan juga sudah harus dalam kondisi mendidih sebelum mengukus kue.
  • Coklat bubuk dalam adonan harus diayak bersamaan dengan tepung terigu yang digunakan membuat cake, supaya coklatnya dapat tersebar lebih merata dan tidak berbutir-butir dalam adonan.
  • Pewarna cair yang digunakan harus dimasukkan pada saat adukan pertama. Jika dimasukkan pada saat adonan sudah jadi, maka volume cake tidak akan maksimal.
  • Margarine cair harus dalam keadaan dingin sebelum ditambahkan ke dalam adonan cake. Jika panas, maka tekstur cake yang dihasilkan akan menjadi kasar.
  • Jika cake ingin diberi butter cream, usahakan cake sudah dalam keadaan dingin selama 2 jam. Jika tidak, maka butter cream akan meleleh dan cake menjadi tidak tahan lama.
  • Adonan yang paling cocok untuk membuat cake yang diberikan buah adalah adonan pound cake.
  • Jangan memasukkan beberapa jenis buah-buahan yang berlendir di dalam adonan cake untuk isian, sebab akan membuat cake menjadi tidak tahan lama.

Penggunaan Emulsifier Pada Adonan Cake

  • Adonan cake selalu menggunakan cake emulsifier, karena telur yang digunakan umumnya menggunakan telur ayam negeri. Bila telur ayam tersebut usianya sudah lama, maka tingkat kepekatannya berkurang, sehingga tidak bisa maksimal mengikat udara selama proses pengocokan. Karena itu, perlu ditambahkan cake emulsifier supaya telur semakin pekat, dan dapat menyimpan udara lebih maksimal, sehingga cake akan mengembang dengan baik. Kekurangan cake emulsifier bisa membuat adonan encer. Keenceran adonan juga bisa disebabkan oleh kurang jumlah tepungnya, atau terlalu banyak penggunaan putih telur. Jika adonan menggunakan banyak kuning telur tetapi masih ditambah cake emusifier yang banyak pula, bisa menyebabkan cake bantat. Karena kuning telur sudah pekat, maka bila ditambah dengan cake emulsifier lagi adonannya semakin pekat dan jadi berat, sehingga cake tidak akan mengembang dengan baik. 

Pan Cake

Membuat pan cake harus dengan tepung terigu protein sedang (cap Segitiga Biru) supaya mendapatkan hasil yang lembut.
Muffin tidak bisa pecah/merekah. Diperlukan waktu hanya 25 menit dan suhu oven 200′C untuk mematangkan muffin. Jika tidak, maka muffin tidak akan pecah/merekah.
Bolu gulung cake-nya pecah dan tidak bisa digulung, karena apinya kurang panas dan terlalu lama proses pemanggangannya. Kita hanya memerlukan waktu 12 menit dan suhu oven 220′C untuk mematangkan bolu gulung. Jika tidak, maka bolu gulung tidak bisa digulung dan pecah.

-mahadewi
after baking effect

Membuat Cake

Filed under: Recipe

Membuat Cake, Yuk!

Siapa yang tak tergiur dengan sepotong cake cokelat?
Warna cake-nya yang cokelat dan rasanya yang lembut tampak semakin menggiurkan jika bagian atasnya mengilat karena sapuan cokelat cair. Hm…. Itulah godaan yang dimiliki sepotong cake atau kita kadang menyebutnya kue bolu. Membuat cake memang kadang susah, kadang mudah.

Tak jarang, cake hasil karya kita gagal alias bantat dan keras, tanpa kita tau di mana letak kesalahannya. Padahal kita sudah membuatnya sesuai resep. Namun pepatah Inggris menyebutkan, practise makes perfect. Jadi, jangan putus asa mencoba. Siapa tahu, Anda malah berhasil menciptakan resep baru tanpa sengaja. Bukankah itu pula yang dialami si pencipta kue Brownies? Karena sebuah kesalahan, kue itu bantat. Namun kini, si kue padat itu malah sangat populer.

Dua jenis cake Jenis cake pun bisa dibedakan berdasarkan metode pembuatannya. Menurut pengajar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dra Mutiara D. M Kes, secara garis besar ada dua jenis cara pembuatan kue, yaitu cream cake (butter cake), dan sponge cake. ‘’Untuk jenis cream cake, ciri utamanya adalah proses pembuatan diawali dengan mengocok mentega atau margarin dengan gula,’’ kata Mutiara. Pengocokan biasanya dilakukan hingga lunak atau berbentuk krim yang halus. Setelah campuran krim ini halus, barulah ditambahkan telur, lalu bahan lain seperti terigu. ‘

‘Cream cake biasanya menggunakan lemak yang banyak dan telurnya lebih sedikit dibandingkan jenis sponge cake,’’ papar Mutiara. Lemak yang dimaksud adalah mentega (dari hewani) atau margarin (dari tumbuhan), atau bahkan minyak. Contoh cream cake ini mungkin Anda tak asing lain. Jika Anda pecinta marmer cake, Sacher cake, atau fruit cake, berarti Anda pecinta jenis cream cake. Yang menyenangkan, jenis cake ini tingkat kegagalannya lebih rendah dibandingkan sponge cake. Pasalnya, cake ini memang berciri khas lebih padat dibanding sponge cake.

Jenis berikutnya adalah sponge cake, yaitu cake yang diawali pembuatannya dengan mengocok telur dan gula hingga mengembang. Untuk tahap ini, pengocokan memang agak lama karena biasanya hasilnya harus benar-benar mengembang hingga kaku. ‘’Cake seperti ini justru menggunakan telur yang banyak, namun rendah lemak. Dan lemak yang digunakan, misalnya mentega atau margarin, biasanya dicairkan terlebih dulu,’’ kata Mutiara. Nah, untuk cake ini, setelah pengocokan telur dan gula, barulah bahan lain seperti terigu dimasukkan ke dalam adonan. Barulah giliran lemak cair yang dimasukkan ke dalam adonan. Benarkah memasukkan terigu dan lemak cair tidak boleh menggunakan mikser? Mutiara menampiknya. ‘’Nggak kok, bisa saja menggunakan mikser, namun dengan kecepatan rendah. Dan jangan terlalu lama,’’ jelasnya.

Untuk jenis sponge cake, ini contohnya adalah chiffon cake dan bolu. Anda mengenai chiffon cake bukan? Kue ini proses pembuatannya cukup unik, karena putih telur dikocok terpisah dari kuning telur. Untuk lemak pun chiffon cake memilih minyak, bukan mentega. Hasilnya, tekstur kue berlubang-lubang mirip spons. Terigu dan bahan pengembang Selain lemak dan telur, bahan lain yang digunakan dalam pembuatan kue adalah terigu.

Di pasaran, kita mengenal tiga jenis terigu yang dibdakan berdasarkan kadar glutennya. Gluten adalah protein dalam terigu. Untuk membuat kue, Mutiara menyarankan agar kita menggunakan terigu dengan kadar gluten sedang. Pasalnya, ‘’Jika menggunakan terigu bergluten tinggi, hasilnya akan keras.’’ Terigu bergluten tinggi memang biasa dipakai untuk membuat roti. Bagaimana jika menggunakan terigu berkadar gluten rendah? Nah, menurut Mutiara, boleh-boleh saja. Namun hasilnya cake Anda akan banyak remahnya. ‘’Tapi ada juga orang yang mencampur terigu dengan tepung maizena. Tujuannya supaya cake terasa lunak. Namun remahnya memang jadi lebih banyak,’’ kata Mutiara.

Dalam pembuatan cake cokelat pun ternyata ada trik tersendiri. Biasanya dengan penambahan cokelat bubuk, jumlahnya akan menggantikan jumlah terigu. Jika dalam resep tercantum 200 gram terigu dan Anda ingin berinisitif menambahkan 50 gram cokelat bubuk, maka kurangi jumlah terigu tadi. Jangan lupa, ayak kedua bahan kering tersebut menjadi satu. Bahan lain yang juga sering ditambahkan adalah bahan pengembang. Di pasar ada berbagai jenis dan merk bahan pengembang. Menurut Mutiara, yang paling populer adalah baking powder, soda kue, dan pengembang jenis pasta (biasanya berwarna kuning cerah dan dikemas dalam mangkuk kecil).

Baking powder relatif sejenis dengan soda kue. Hanya saja, kata Mutiara, ‘’Baking powder biasanya lebih aktif sebagai pengembang karena mengandung asam. Namun pada dasarnya, kedua jenis ini berbahan baku bikarbonat.’’ ‘’Jika baking powder yang digunakan terlalu banyak, kue akan mengembang dan berlubang-lubang besar,’’ kata Mutiara. Untuk pengembang jenis pasta, biasanya juga bersifat emulsifier atau bahan yang mengikat lemak dan cairan (telur pun dianggap cairan, red).

Jadi pengembang jenis ini biasanya banyak digunakan untuk jenis sponge cake. ‘’Untuk cream cake, tidak pakai pun tidak apa-apa, karena tidak banyak mengandung cairan,’’ papar Mutiara.

Kenali oven

Setelah adonan siap, langkah berikutnya adalah pemanggangan. Untuk tahap ini, Anda membutuhkan oven, baik oven gas, listrik, atau oven kompor. Yang penting, kata Mutiara, kita harus mengenal sifat oven dengan baik. ‘’Ada oven yang jika dipakai, cake bagian bawah sudah matang namun bagian atas masih basah. Nah, harus juga diperiksa suhu oven. Karena panas oven tergantung dengan cake yang kita panggang.

Apakah cake itu tebal, atau tipis (seperti untuk membuat bolu gulung, red), ataukah kita memanggang beberapa kue sekaligus. Karakter oven itu berbeda-beda,’’ ujar Mutiara. Menurutnya, kegagalan membuat cake terkadang terjadi saat pemanggangan. Jadi, penting bukan, mengenali oven Anda? Penyebab lain kegagalan adalah saat pengocokan adonan pada jenis sponge cake. Terkadang, pengocokan telur dan gula belum mengembang, namun sudah ditambahkan bahan lainnya. Hal lain yang tidak kalah penting adalah cetakan. Untuk jenis sponge cake, cetakan yang telah diolesi margarin lebih baik dialasi kembali dengan kertas roti, agar cake tidak lengket saat matang.

Sedangkan pada jenis cream cake, cetakan tidak perlu lagi dialasi kertas roti. ‘’Karena jenis kue ini memang sudah banyak mengandung lemak, jadi lebih mudah lepas dari cetakan. Namun ada pula jenis cake yang bermusuhan dengan lemak, lho. Yaitu untuk chiffon cake, cetakan atau loyang tidak boleh mengandung minyak atau lemak. Jika tidak, maka cake tidak akan mengembang dan tinggi. Bagaimana, Anda lebih mantap untuk mencoba resep kue? Jika masih belum yakin, Mutiara membagikan sejumlah triknya.

Jangan ragu untuk mencoba!

Tips:

1. Perhatikan resepnya, takarlah bahan-bahan dengan tepat dan ikuti tahap pembuatannya.
2. Siapkan peralatan sebelum membuat kue. Jangan sampai adonan Anda sudah siap sedangkan loyang belum disiapkan.
3. Panaskan oven sekitar 15 sampai 20 menit sebelum digunakan. Panas idela untuk cake antara 175 hingga 200 derajat celsius. Dan jangan lupa, kenali sifat-sifat oven Anda.
4. Untuk mengetes kematangan, Anda dapat menusuk bagian tengah dengan lidi bersih. Jika saat di angkat tidak ada adonan yang melekat, berarti kue sudah cukup matang. Segera keluarkan dari oven dan keluarkan dari cetakannya. jangan didiamkan dalam oven terlalu lama, karena proses pematangan akan terus berlanjut.

dari www.republika.co.id

***

Secara, semalem bikin Black Forest (sponge cake) , hasilnya Bantat , meskipun kata Aded dan Asisten dirumah “enakan yang bantat” , tetep aja kurang sreg.  Setelah baca artikel diatas, jadi tahu kenapa kira2 kok jadi Bantat :) . Harus dicoba lagi nih. Oh iya, fotonya lom ada ya, soale batere kamera habis.

-mahadewi
penasaran sama kue bantat

babies

«« Previous posts Next posts »»

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com