September 1, 2006

Tips Memilih Ventilasi Kamar Mandi

Filed under: Home Sweet Home

The Naufal Planners

Tips n Trik : Memilih Ventilasi Kamar Mandi

Banyak cara orang membuat ventilasi KM-nya ….

    Ventilasi biasa menggunakan bovenleigh yakni dengan membuat jendela berkaca (buram), susun zigzag (ada ronga utk keluar udaranya), bovenleigh bisa juga tidak didesain menurut susunan kaca zigzag itu, tetapi tergantung selera kita saja, asalkan tetap ada rongga utk sirkulasi udara …

    Ventilasi juga bisa dikombinasikan/diletakkan pada pintu KM, cuman kekurangannya, udara kotor (bau) bisa masuk ke ruangan lain dlmrumah (entah itu kamar tidur, ruangan tamu, tengah, dll), maka ini mungkin utk ingatan saja ke depan jika mau mendesain rumah kembali, sebaiknya KM diletakkan bersebelahan dg taman.

Banyak rumah-rumah saat ini tidak begitu mementingkan keberadaan taman, hingga rumah-rumah mereka terasa sumpek, gelap, sirkulasi udara bersih tidak lancar, selalu menyala lampu selama 24 jam, hal ini menciptakan ketidaknyaman rumah, ketidaksehatan rumah dan pemborosan energi listrik secara rutin dalam hitungan tahun kehidupan mereka.

Apa artinya penghematan/peniadaan taman yg mungkin dianggap lebih baik membuat ruangan utk hunian (kamar2, KM, dll) daripada dijadikan taman, namun ternyata persepsi desain semacam itu menimbulkan ketidaknyamanan dan ketidaksehatan rumah, dan jg pemborosan energi krn tidak adanya cahaya yg masuk ke rumah …

    Ventilasi exhaust fan. Dihotel-hotel saat ini byk menggunakan exhaust fan, terutama yg diletakkan di plafon, alasan mereka menggunakan itu adalah tidak adanya ruangan yg bersebelahan dg KM tsb, dlm artian lain, kurangnya ruangan spt taman/celah yg lebar utk pembuangan udara kotor tsb, maka pembuangan udara ini dilakukan scr saluran pemipaan (tidak langsung) dg mendorong udara2 kotor tsb mll exhaust fan.

    Fungsi exhaust yg lain adalah utk mempercepat recovery/netralisasi udara hingga kembali ke semula, kalo hanya pakai ventilasi biasa (sirkulasi udara alami/non mesin ini) mungkin udara kotor tsb akan lambat keluar ruangan, maka digunakanlah exhaust tsb. Kelemahan menggunakan exhaust fan di area serba tertutup ini adalah kurangnya/tidak mengakses cahaya yg masuk ke KM. KM yg didesain serba tertutup ini nyata-nyata tidak mengakomodasi cahaya sehat (matahari pagi) utk masuk ke ruangan.

Salah satu tantangan perencana rumah adalah: Bagaimana mendesain ventilasi jika tidak ada area taman disebelah KM atau hampir seluruh dinding KM bersebelahan dg ruangan lain (bukan taman atau area luar
rumah). Sebenarnya kondisi tsb tidak tepat jg disebut sbg “tantangan”, melainkan sbg “kecelakaan dari desain itu sendiri”, sudah tau kondisi semacam itu tidak efisien, tidak efektif dan tidak healthy (sehat) maka tetap sj dilanggar (dipaksakan juga) membuat desain semacam itu.

Jadi ibaratnya (tantangannya) adalah memperbaiki “barang yg telah terlanjur jadi”. Mau tidak mau, mesti dibuatkan saluran pembuangan (pipa, kotak panjang, dll) ke luar KM/keluar rumah baik ujung pipanya melalui/menembus dinding rumah atau plafon/atap rumah. Dan sebaiknya pula digunakan exhaust fan agar udara kotor yg mengendap tsb cepat direlokasi segera (terjadinya recovery udara).

Demikian good luck ….

Nofrizal

from tabloidrumah

copy n paste mahadewi

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://mahadewi.blogsome.com/2006/09/01/tips-memilih-ventilasi-kamar-mandi/trackback/

  1. menurut q c bagu…........s
    apalagi yang namanya kamar mandi itu pasti kelembabannya sangat tinggi, maka harus di buat ventilasi yang tepat, akan tetapi disayangkan pada uraian ini tidak disertai contoh2 gambar, kalo bsa dtambahkan, q tunggu d email q y…......
    makaci….......h

    Comment by lendi hendry — March 26, 2008 @ 5:37 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


babies