Infeksi Tanpa Gejala
Infeksi virus CMV bisa Anda tangkis jika sistem imun tubuh Anda kuat.
Masa kehamilan bukan berarti bebas dari ancaman infeksi.Salah satu yang harus Anda hindari adalah infeksi Cytomegalovirus (CMV), yang dapat “merusak” janin Anda.
Apakah infeksi CMV itu ?
Infeksi CMv adalah sebutan untuk penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus cytomegalo.Virus ini umumnya dikenal sebagai salah satu kelompok kuman penyakit penyebab infeksi TORCHK, yakni tokso plasmosis, rubella atau campak jerman, cytomegalovirus, herpes dan klamidia.
Sekali seseorang terinfeksi CMV, virus ini dapat bertahan hidup di dalam tubuhnya dalam keadaan tidak aktif (dorman). Virus ini hidup di dalam cairan tubuh, seperti darah, lendir, air ludah, air mata, dan air susu. Biasanya, virus ini menyerang mereka yang sistem kekebalan tubuhnya sedang lemah. Pada kondisi ini, virus akan berubah menjadi aktif.
Apa gejalanya ?
Pada umumnya , infeksi CMV tidak menunjukkan gejala yang khas. Kalaupun bergejala, biasanya baru muncul antara 3-12 minggu setelah terjadi infeksi. Gejala yang paling umum berupa demam, pembengkakan kelenjar, dan mudah kelelahan.
Besarkah risiko ibu hamil ?
Berdasarkan data Organization of Teratology Information Service (OTIS), Amerika Serikat, risiko ibu hamil untuk terinfeksi CMV adalah sebesar 0,7% hingga 4,0%. Infeksi CMV yang diderita ibu hamil, 3-5% di antaranya akan ditularkan pada janinnya. dari 40% janin yang terinfeksi CMV, 10% diantaranya akan beresiko menderita kecacatan.
Jadi, dari 100 orang wanita, hanya 1-4 orang yang beresiko terinfeksi CMV. Dan, dari 3-5 orang ibu yang kemungkinan terinfeksi hanya 1-2 orang di antaranya yang dapat menularkan infeksinya kepada janinnya.
Dari mana diketahui?
Caranya, dengan melakukan amniosentesis (pengambilan contoh cairan amnion/ketuban)
Apa akibat pada janin?
Umumnya mengakibatkan pembengkakan pada hati dan limpa, selain gangguan pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama pada jaringan otak, mta, hati, limpa, darah, dan kulit.
Sekitar 5-10% bayi terinfeksi CMV tapi tidak menunjukkan gejala kecacatan saat lahir, berbagai bentuk gangguan tumbuh kembang baru akan terlihat pada bulan-bulan pertamanya.Misalnya berupa kehilangan kemampuan pendengaran dan retardasi mental.
Apa Obatnya?
Ada 2 jenis obat, yakni ganciclovir dan foscarnet yang bisa memperkecil kemungkinan terjadinya penularan pada janin lewat plasenta dan tali pusat, serta mengurangi efek dari infeksi CMV terhadap tumbuh kembang janin.
Dapatkah di cegah?
Hingga kini belum ada vaksin anti CMV. Untungnya, risiko ibu hamil untuk terinfeksi CMV pun tergolong rendah.
Mengingat penularan virus ini kebanyakan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dari seseorang yang telah terinfeksi, maka risiko Anda untuk terkena infeksi CMV ini dapat diperkecil, antara lain dengan :
- Terapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama sebelum dan selama masa kehamilan.
- Biasakan mencuci tangan dengan sabun antiseptik, terutama setelah memegang berbagai jenis cairan tubuh yang menjadi “tempat tinggal” virus, seperti setelah buang air kecil dan buang air besar.
ditulis ulang dari AyahBunda No.13/29Juni-12Juli 2006
by mahadewi




